Wahana Untuk Menuju Indonesia Maju, Sejahtera, Adil, dan Makmur Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Saturday, 29 October 2016

SEKARANG GURU NAIK PANGKAT TIDAK PERLU PTK, INILAH 12 KEBIJAKAN TERBARU KEMENDIKBUD




Mendikbud baru memiliki gebrakan yang sangat signifikaan, dihadapan kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia, Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy, MAP menyampaikan point-point perubahan baru pada era kepemimpinannya. hal tersebut secara cepat disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong melalui akun media sosialnya ke Grup Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, perihal hasil rapat yang tentu saja sontak membuat kaget para guru.

Isi pertemuan yang kami kutip adalah sebagai berikut:
Hasil pertemuan dengan Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy, MAP
Hari/tgl: Jumat, 21 Oktober 2016 pk 07.45 - 09.00

1. Jenjang SD dan SMP adalah fondasi anak dalam dunia pendidikan
2. Implikasi : Merubah visi & mandset Kepsek, Komite Sekolah dan Guru
3. Kepsek tdk boleh mengajar, tetapi sbagai manajer dan inspirator
4. Pembangunan Karakter di SMP
5. Guru di sekolah minimal 8 jam dan hari Sabtu libur untuk hari keluarga 
6. Full day school. Guru tdk boleh membawa pekerjaan ke rumah dan siswa juga tidak boleh ada PR
7. Menyiapkan Manajemen berbasis sekolah & partisipasi masyarakat
8. Tidak ada LKS
9. Tidak ada PTK untuk kenaikan pangkat
10. Guru adalah ; real kurikulum
11. Guru adalah : profesi ahli, tanggungjawab sosial dan rasa kesejawatan.
12. Taman Budaya di sekolah sebagai sumber belajar. Itulah info dari Pak Menteri, pesan beliau tolong di share.  Semoga bermanfaat.

Penelitian tindakan bertujuan untuk meningkatkan tiga hal, yaitu:
1)   Peningkatan praktek
2)   Peningkatan (atau pengembangan profesionalisme) pemahaman praktek oleh praktisinya;
3)   Peningkatan situasi tempat pelaksanaan praktek (Grundy dan Kemmis  1982:84 ).

SIFAT PTK
1)   Penelitian Tindakan kelas memiliki sifat sebagai berikut:
2)   Permasalahan yang di bahas berbasis kelas, artinya hal-hal yang terjadi di kelas.
3)   Kolaboratif, artinya ada kebersamaan kegiatan dengan pihak yang diberi tindakan.
4)   Tidak menguji teori, tetapi dilaksanakan berdasarkan teori.
5)   Tidak mengeneralisasikan, hasilnya hanya berlaku bagi subjek tindakan itu.
6)   Tidak ada populasi dan sampel, yang ada hanya subjek tindakan.
7)   Tidak ada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
8)   Dilakukan dalam putaran siklus.    

No comments:

Post a Comment